Satu jari menuding ke arah orang lain…


Ada satu cerita saya baca dalam Majalah Solusi, tak ingat siri keberapa, tapi ceritanya begini (saya ulas dari ingatan saya):

Nabi Isa dan seorang pengikutnya sedang berjalan. Tiba-tiba ada seorang lelaki yang selalu membuat maksiat mengekori mereka dari belakang. Pengikut Nabi Isa itu berkata kepada lelaki itu dan berkata ” Jangan kamu jalan seiring dengan kami (disebabkan maksiat lelaki itu) . Semoga ALLAH tidak menggolongkan aku sekali dengan kamu..”. Kemudian Nabi Isa beralih kepada pengikutnya itu dan berkata , ” ALLAH telah menerima taubat lelaki itu. Maka nyahlah kau dari sini (wahai pengikutku)”.

Cerita ini terngiang-ngiang dalam ingatan saya sejakduamenjak ini. Cerita yang memberi peringatan 2 perkara: 1. sejauhmana kita ingat kita ini baik, itu bukanlah lampu hijau untuk memburuk-burukkan orang 2. dan sejauhmana kita ingat kita ini baik, mungkin orang yang kita nampak tidak baik itu ALLAH telah berkatinya dengan taubat yang dipintanya.

Kadang-kadang saya bercakap dan berkata-kata macam saya holier than thou. Itu saya sedar salah satu keburukan diri saya.  Terukkan. Saya minta maaf kadang-kadang terlebih emosi. Siapa sebenarnya saya untuk mengadili adakah orang itu baik atau tidak baik, kan? Baik sangatkah saya ini?

Saya baca link-link atau share-ing is ‘caring’ kawan-kawan yang sebenarnya mengutuk dan mengata mengenai oang yang sebenarnya secara peribadi pun tak dikenali, saya geleng kepala. 

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, 
maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu 
kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu 
itu”. - Surah Al -Hujurat, ayat 6.

Ingat kisah Nabi Isa itu, dan berfikirlah positif terhadap orang. Walau bagaimana buruk pun nampak luaran orang tu, hanya ALLAH sahaja Maha Mengetahui perkara sebenar. Biarlah Dia yang Mengadili.

“Maka janganlah kamu menganggap dirimu bersih, sebenarnya Allah lebih mengetahui siapakah orang yang lebih bertaqwa kepadaNya.” – An Najm 53:32

Wallahuaqlam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: